Wisata Unik di Desa Adat Penglipuran Bangli

Desa adat yang terkenal dengan kebersihan dan arsitektur tradisional Bali yang terjaga.

12/20/20251 min read

a wooden house with a thatched roof next to a body of water
a wooden house with a thatched roof next to a body of water

Sebuah Gerbang Menuju Masa Lalu yang Hidup

Bayangkan Anda menjejakkan kaki di Desa Adat Penglipuran, sebuah permata yang tersembunyi di Bangli, Bali. Di sinilah tradisi hidup harmonis bersama alam—setiap rumah, tata ruang, dan ritual sehari-hari menyuarakan nilai hidup Berbasis Tri Hita Karana: kolaborasi manusia, alam, dan spiritualitas.

Arsitektur Abadi dalam Konsep Tri Mandala

Salah satu daya tarik utama Penglipuran adalah struktur wilayahnya yang membagi ruang menjadi tiga zona suci: Utama Mandala untuk pura, Madya Mandala sebagai area hunian, dan Nista Mandala untuk pemakaman. Koleksi rumah tradisional berpagar ‘angkul‑angkul’, atap alang‑alang, serta ruang terbuka yang menyejukkan memberi rasa kesederhanaan yang terhormat.

Kebersihan yang Mendunia

Penglipuran tercatat sebagai salah satu desa terbersih di dunia, berada di peringkat ketiga setelah Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda. Warga menerapkan aturan adat (“awig‑awig”) menjaga kebersihan: sampah dikelola rutin, setiap 30 meter tersedia tempat sampah, dan kendaraan bermotor dilarang masuk desa. Desa ini bahkan meraih penghargaan seperti Kalpataru dan Indonesia Sustainable Tourism Award.

Hutan Bambu yang Menyatu dengan Kehidupan

Sekitar 40–45 hektar wilayah desa diliputi hutan bambu, sumber bambu untuk bangunan, kerajinan, dan ritual. Warga memaknai hutan ini sebagai warisan leluhur—melindungi ekosistem dan spiritualitas mereka.

Rangkaian Ritual dan Hidup yang Kidalis

Kehidupan di Penglipuran dijalani berlandaskan adat, termasuk ritual harian seperti meletakkan canang sari, festival Galungan, Kuningan, Odalan, hingga upacara “Ngusaba” menjelang Nyepi. Festival-festival ini memperkaya pengalaman wisatawan dengan suasana khas Bali tradisional.

Kuliner Tradisional dan Kerajinan Lokal

Jangan lewatkan mencicipi Loloh Cemcem, minuman herbal dari daun cemcem, atau Tipat Cantok, lontong sayur dengan saus kacang khas desa. Di samping itu, pengunjung bisa belajar membuat kerajinan bambu—topeng ukir, miniatur rumah tradisional, dan pernak‑pernik lain—langsung dari perajin setempat