Keindahan Tebing dan Laut di Broken Beach Nusa Penida

Teluk alami dengan formasi batu melengkung yang menciptakan pemandangan unik dan dramatis.

1/3/20261 min read

a view of the ocean from a cliff
a view of the ocean from a cliff

Tiba di tepi Nusa Penida, udara laut langsung menyambut dengan segarnya. Keindahan alam terpampang nyata begitu tiba di Broken Beach, atau yang dikenal sebagai Pasih Uug. Tebing karang melengkung membentuk “jembatan batu” alami, menciptakan panorama laut biru cerah yang membentang luas. Dari atas, Anda melihat cekungan mirip kolam terbuka, dikelilingi batu kapur curam—seolah alam ingin memperlihatkan sisi artistiknya.

Perjalanan menuju lokasi sendiri adalah petualangan tersendiri. Menyewa motor dari pelabuhan Toya Pakeh atau Banjar Nyuh butuh sekitar satu jam menyusuri jalur berbatu—gelegar namun penuh janji akan keindahan. Begitu tiba, Anda akan disambut pemandangan seolah lukisan hidup yang bergerak lembut bersama hembusan angin laut.

Terowongan di tengah tebing bukan lubang acak, melainkan hasil abrasi alam yang berlangsung selama ratusan tahun. Air laut mengalir masuk dan keluar, menciptakan cekungan alami yang memesona. Cahaya matahari menembus air biru, memantulkan warna yang begitu dalam dan menenangkan, seakan undangan bagi jiwa yang penat.

Angka “broken” dalam namanya bukan sesuatu yang jelek. Justru ketidaksempurnaan itulah yang menjadi magnet bagi banyak pelancong, terutama pencinta foto. Tebing melingkar dengan pancaran air yang tenang dan biru mewah menjadikannya salah satu spot paling “Instagrammable” di Pulau Dewata.

Area ini juga menyimpan kehidupan laut bawah permukaan. Beberapa wisatawan beruntung sempat menyaksikan pari manta raksasa melintas di kejauhan—siluet megah di lautan biru. Hewan-hewan laut lainnya pun mengintip, memperkaya pengalaman visual yang sulit ditemukan di pantai lain.

Broken Beach berbatasan dengan Angel’s Billabong serta Manta Ray Viewpoint—ketiganya hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dan sering dikunjungi dalam satu trip keliling. Dari Billabong yang mengundang berenang saat surut, hingga formasi arsitektural Broken Beach, dan puncak tebing untuk menyaksikan manta—semuanya menyatu dalam keselarasan alam yang luar biasa.

Trekking ringan menyusuri tebing menjadi aktivitas utama. Jalur setapak mengarah ke berbagai sudut pandang—termasuk titik lensa terbaik untuk foto. Namun, pengunjung diminta untuk berhati-hati: tebing curam tanpa pagar pengaman, jalan licin, rawan celaka saat selfie di tepi. Kecelakaan fatal memang pernah terjadi karena kurang sadar batas, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan—tanda peringatan pun sudah dipasang di lokasi