Eksotisme Pura Lempuyang dengan Gates of Heaven yang Ikonik
Spot foto terkenal yang menampilkan gerbang pura dengan latar Gunung Agung yang megah
11/15/20252 min read
Di lereng Gunung Lempuyang, Kabupaten Karangasem, terdapat kompleks pura suci yang menyimpan pesona magis. Di salah satu bagian paling ikonik—Candi Bentar Penataran Agung Lempuyang—terdiri dari gerbang tinggi yang sering disebut Gates of Heaven, yang menjulang elegan dengan latar belakang Gunung Agung. Ketika langit cerah, gerbang ini menghasilkan pemandangan dramatis serasa terbuka ke surga—foto yang kerap viral dan menjadi magnet utama pengunjung .
Namun di balik popularitas foto instan itu, Pura Lempuyang adalah kompleks religius yang sarat makna filosofi dan spiritual kuno. Tersebar di lereng Gunung Lempuyang, terdapat tujuh pura—dari Pura Penataran Agung (Gate of Heaven) hingga Pura Lempuyang Luhur pada ketinggian lebih dari 1.175 meter—yang membentuk jalur spiritual dan fisik bagi peziarah Hindu Bali selama berabad-abad. Kompleks ini juga termasuk dalam Sad Kahyangan Jagad, yang menandai titik pandang spiritual penting di setiap penjuru pulau Bali .
Sejarah dan Filosofi Spiritual: Dari Era Kerajaan Bali hingga Saat Ini
Lempuyang dipercaya didirikan pada abad ke-11 oleh Mpu Kuturan atas perintah Raja Udayana sebagai bagian dari Sad Kahyangan Jagad untuk menjaga keseimbangan spiritual Bali. Gunung Lempuyang sendiri dianggap sebagai bagian dari serpihan Gunung Mahameru—gunung suci simbul pusat alam semesta dalam mitologi Hindu—dan menjadi penjaga spiritual sisi timur pulau Bali. Nama "Lempuyang" sendiri diartikan sebagai "cahaya ilahi" atau "tempat suci" dalam tradisi lokal
Struktur setiap pura dalam kompleks ini mengikuti filosofi trimandala—zona sakral yang melambangkan perjalanan spiritual, dari jaba pisan (zona luar), jaba tengah (zona tengah), hingga jero (zona terdalam) tempat pemujaan utama berada. Candi bentar di Penataran Agung menyambungkan dunia manusia ke dimensi ilahi, simbol kekuatan transisi manusia menuju pencerahan
Menapaki 1.700 Anak Tangga Menuju Lempuyang Luhur
Perjalanan khas menuju Pura Lempuyang Luhur adalah langkah demi langkah melalui 1.700 anak tangga yang menanjak — bukan sekadar fisik tapi juga simbol perjalanan spiritual. Di tiap level, pengunjung melewati pura-pura seperti Telaga Mas, Telaga Sawangan, Lempuyang Madya, Pasar Agung, dan Puncak Bisbis — yang semua menyajikan nuansa meditasi di antara kabut gunung dan pepohonan tropis
Rasa lelah akan terhapus kala mencapai Pura Penataran Agung—Gerbang Surga yang langsung menghadap Gunung Agung. Banyak fotografer dan peziarah menyebut momen itu seperti “melihat dunia baru terbuka”. Karena spot ini sangat populer, antrian panjang adalah hal lumrah; datang sebelum matahari terbit (sekitar jam 6 pagi) sangat disarankan untuk menghindari keramaian dan mendapatkan cahaya terbaik untuk foto
Pengalaman Nusantara dari Setiap Level Pura
Pengunjung tidak hanya datang untuk foto di Gate of Heaven; melainkan menikmati atmosfer tenang dan spiritual di sepanjang rute. Air suci mengalir di Telaga Mas dan Telaga Sawangan—tempat suci untuk ritual penyucian. Puncak Bisbis menawarkan titik foto lain yang asri. Setiap pura memiliki arsitektur khas Bali dengan ornamen ukiran naga pelindung (naga), bale kulkul, bale gong, meru (menara bertingkat), dan padmasana (singgasana bunga teratai) untuk pelengkap pelaksanaan persembahyangan — semunya menyatu dengan lanskap pegunungan yang menawan
